Oct 4, 2009

Surabaya jangan Panas


Semua orang yang pernah singgah d Surabaya pasti mengeluarkan nada senada "panas, sumuk, gerah, dll. Walaupun saya belom pernah mengukur pasti atau mengetahui info pasti, banyak orang yang mengatakan jakarta masih kalah panas dgn surabaya. katanya "jakarta panasnya gerah.. surabaya panasnya terik!!", betulkah? Yang jelas Surabaya emang panas!

Kita sudah sering mendengar program "Surabaya Hijau", kampanye "go green", peringatan "global warming", dan semacamnya. Walaupun belom maksimal, pemerintah Surabaya sudah cukup perhatian dengan hal ini, terlihat dari berbagai edukasi, sosialisasi, himbauan di spanduk, poster, billboard, atau dibuatnya taman kota di berbagai lokasi, pohon-pohon disamping jalan, dll. Segala cara sepertinya sudah ditempuh oleh pemerintah, pihak swasta, atau masyarakat, namun masih maksimal.

Mau lebih maksimal? coba deh lakukan beberapa hal berikut:
  • Buat pemerintah, selain memperbanyak taman kota, coba tambahkan "hutan kota" akan banyak manfaatnya: informasi flora, tempat berteduh, menyimpan kandungan air, dll. Jika perlu tambahkan tarzan & kawan2 biar lebih menarik sebagai tempat wisata.
  • Buat rame-rame, gantai sepeda motor anda dengan sepeda pancal, atau kalau belom terbiasa, sempatkan 1 hari dalam seminggu menggunakan sepeda, setelah makin terbiasa, tambah lagi menjadi 7 hari/minggu ... :)
  • Variasikan mobilisasi anda menggunakan kendaraan umum, terlebih menggunakan bus berbahan bakar bio-diesel yang lebih ramah lingkungan (sudah ada kan?)
  • Anda punya industri kreatif? biasanya industri kreatiflah yg berinisiatif memanfaatkan bahan baku, alat, atau hasil produksi dari bahan alam/recycle. Bahan recycle akan mengurangi kegundulan hutan (misal kertas). Produk alami tidak menghasilkan polusi yang bisa menyebabkan panas (misal hasil pembakaran mesin industri).
  • Jangan ikut2an kampenye "go green" aja tanpa arti, tapi resapi dalam hati, lakukan sedikit hal untuk surabaya lebih hijau. bisa dengan menanam pohon di rumah, atau jika anda kaya, sumbangkan beberapa pohon untuk kampung anda supaya ada juga lebih nyaman di rumah & lingkungan dekat.
  • Mau menjadi Vegetarian? dalam penelitian, kebiasaan tidak memakan daging bisa membantu mengurangi "Global warming" bagaimana bisa? bisa!! singkatnya, perhatikan contoh alur rantai makanan berikut: manusia makan daging - daging yang kita makan misal sapi (tentunya setelah dimasak) - sapi telah memakan ratusan kilo tanaman untuk tumbuh besar - banyak pohon ditebang untuk menjadi lahan tanaman sapi atau peternakan sapi - hutan semakin bekurang - menyumbang bumi makin panas. Betul kan? Variasikan makanan anda dengan makan sayur, pecel, urap, dsb.
  • Kurangi kebiasaan membungkus dengan plastik, jika ribuan orang di Surabaya sering menolak menggunakan plastik, semoga produsen bungkus plastik akan berinisiatif menggunakan bahan yang lebih ramah, misal: daun pisang, atau recycle paper. Plastik tidak mudah "dicerna" oleh bumi, jika dibakar berubah menjadi polutan penghasil panas.
  • Jika anda pekerja kantoran & bergaul akrab dengan komputer, matikan komputer jika sementara tidak digunakan atau pulang karja. Komputer & barang elektronik lainnya juga menyumbang panas. Pemakaian listrik yang berlebihan juga menyumbang panas, mengingat Pembangkit Listrik di Indonesia masih banyak yang menggunakan bahan bakar minyak.
  • Jangan gampang emosi/marah dalam kondisi apapun, suhu tubuh anda bisa menghasilkan panas berlipat dari kondisi normal. Tenang hati, jiwa, & cool akan lebih menyehatkan.
  • Anda menguasai teknologi? kembangkan teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi bebas tanpa menghasilkan panas atau polusi, seperti: pemanfaatan angin, tenaga surya, hydrogen (air), dsb.
  • Selalu tularkan info positif mengenai kepedulian terhadap Global Warming kepada siapapun: kakek, nenek, teteh, adik, pacar, mantan, siapapun!
Yah, sementara itu dulu, semoga adalagi yang mengumbangkan ide.. Andakah?
/fendiaw

0 comments:

Post a Comment