Oct 6, 2009

Apakah anda di kotak spesial?

Hari ini saya ktemu teman kuliah di facebook. Tiba2 nongol d add request bikin saya menyapa dengan menuliskan kalimat standard menanyakan kabar.. "blablabla..bla". Berlanjut berbalas kabar di message, pembicaraan menuju topik yang standard pula, yaitu tentang pekerjaan. Singkat kata.. ternyata dia telah melakukan "survey kecil2lan" menanyakan pekerjaan teman2 yang lain. kemudian berkesimpulan "kok banyak yang keluar jalur ya?"
Ya! kita dulu kuliah di fakultas yang sama, yaitu: Teknik Informatika. Mungkin hampir 75% (survey ngawur) ketika seorang mahasiswa berkuliah di satu fakultas, pastinya ingin lulus sesuai dengan bidang yang ia pilih sebelum menjadi mahasiswa baru. Selebihnya ada yg iseng, ada hanya pengen gelar, ada yg krn ga punya pilihan laen, ada yg ga lulus-lulus dsb. Begitu juga dengan saya, saya dulu lulus kuliah juga pengen menjadi programmer, pekerjaan yg terlihat "hi-tech" banget, pokoknya keren dah! Hehe.. tapi ternyata nasib berkata lain, saya sekarang tidak jauh dari dunia marketing, advertising, atau promosi. Apakah saya sesali?

Butuh waktu 3 tahun untuk saya bisa menjawabnya dengan mantap. 3 tahun yang lalu saya lulus kuliah, dan belum pernah bekerja sebagai programmer. Hebat bukan? huahaha... Melihat teman2 saya yg sampai sekarang menjadi programmer dan sejenisnya, saya akui.. saya sempat jealous, tapi saya respect dengan mereka. Hebat!, menempuh perjalanan d jalur yang semestinya, pasti membutuhkan ketekunan luar biasa, saya sangat menghargainya, saya bangga menjadi teman mereka. Kemudian apakah saya di jalur yang salah?

Sadarkah kita digiring masuk dalam kelompok dan terkotak-kotakkan? Ya! dunia menginginkan banyak orang-orang "spesial". Ahli dalam bidang tertentu, menjadi profesor krn ketekunan satu ilmu, dsb. lalu apakah anda spesial?

Tuhan telah melahirkan manusia dengan membawa sifat yang spesial, unik satu sama lain.

Namun apa yg saya rasa, banyak orang yang terjebak dalam kotak. Merasa dirinya hanya berwana hijau, harus berwarna kuning, merah, biru, dsb. Tidakkah ingin punya banyak warna dalam darah anda? Spesial tidak harus pakai telur, Spesial tidak harus nasi goreng!

Saya jawab pertanyaan2 yang saya tanyakan di atas:
Saya tidak menyesali dengan tidak menjadi programmer. Saya telah mengalami banyak hal (dan ingin terus menerus menambah banyak hal), saya punya pengalaman di marcomm (marketing komunikasi, saya mendesain dalam pekerjaan saya, saya diajak belajar fotografi di perusahaan tempat saya bekerja dulu, saya mempelajari dunia EO (Event Organizer), advertising, multimedia, saya pernah membuat brand t-shirt dan menjualnya, bersama teman2 membuat usaha kecil2an membuat CV, terpaksa mempelajari pajak & administrasinya, bidang media, agency, sekarang bekerja di bagian promosi, dunia IT tidak pernah saya tinggalkan.

Hehehe.. bukan saya menjadi hebat mengusai beberapa hal atas, justru saya menguasainya setengah2. Saya hanya ingin "menjadi spesial" dengan sedikit mengerti: banyak hal. Keluar dari kotak, banyak hal seru di luar sana! Saya sungguh menikmati proses yang saya alami, fluktuasi naik-turun, ritme yang bergejolak, membuat hidup semakin berwarna-warni.

Saya memang belum sukses dengan materi, tapi cukup sukses menyenangkan hati & pikiran saya. Adil bukan?

Spesial tidak harus spesifik, spesial bisa jadi variatif, keluar dari kotak, ada dunia lain di luar sana...

0 comments:

Post a Comment