Jan 18, 2009

Promosi via Komunitas

dapet kiriman dari teman, entah artikel darimana.. saya rasa artikel yg bagus...

Let the Customer Do the Promotion
Komunitas Blackberry adalah komunitas yang growing very fast mereka tampaknya lebih cepat menjadi tren dibanding komunitas Nokia Communicator yang slow built up. So far, dengan adanya community, para pengguna Blackberry (BB) seakan terus-menerus promosi secara halus kepada non user BB.

Sejauh ini, saya lihat operator seluler (Indosat, XL dan belakangan Telkomsel) cukup aktif memanfaatkan komunitas ini. Mereka punya paket bundling dan cukup aktif men-support acara-acara yang diadakan oleh komunitas BB, termasuk melakukan soft selling lewat tulisan "sent from my blackberry" di setiap email yang kita balas lewat BB. Terus, Yahoo Messanger juga bisa menyala terus, orang Indonesia kan senang chatting. Sementara harganya sudah paket. Ada juga BB messanger yang lebih privacy karena harus memasukan BB pin. 

Yang membuat komunitas ini aktif adalah karena mereka banyak memasukkan application yang seru-seru seperti facebook mobile, google sync, dan masih banyak lagi. Bayangkan, setiap ada teman yang memasang facebook mobile application, akan keliatan di facebook kita. Secara soft, ini akan mendorong kolega kita untuk memakai BB juga.
Sekarang kan eranya community marketing, jadi operator seluler cukup jadi fasilitator, let the customer do the promotions. Jadi sebaiknya principal memang hanya supporting sebagai fasilitator saja. Biarkan komunitas BB yang sangat beragam ini berkembang sendiri. Mungkin setahun sekali baru bikin gathering besar—kalau mau. Launch product should be in a small event, sesuai dengan komunitas yang cocok.

Sebetulnya masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh prinsipal maupun operator seluler. Mereka bisa explore lebih banyak fitur-fitur Blackberry, bukan hanya push email dan chatting sehingga long term bisa mempertahankan satisfied customers ini menjadi 'talkers' mereka.
Seharusnya principal juga bisa membuat FGD dengan member komunitas ini untuk new product development BB. Atau launch produk mereka pertama di Indonesia—orang kita kan senangnya pertama dan mau keluar uang lebih untuk menjadi yang pertama.

Komunitas ini prospeknya bagus. Kalau dijalankan dengan benar bisa sebaik dan sebesar Nokia Communicator Community—selama mereka tidak terjebak hanya menjalankan database community atau gathering communit. Mereka harus menjalankan transformational community. Let the customer yang aktif, not the brand.

Saya lihat, peran-peran dalam komunitas ini belum optimal, masih berkutat di database dan gathering community. Peran baru sebatas sebagai host/entertainer. Sebaiknya juga mulai mengambil peran sebagai educator, motivator, connector dan pioneer juga. Dengan begitu in the future, community yang lebih aktif dan brand hanya mengamati dan support dari luar. Jangan sampai brand terjebak hanya menjadi donor tanpa objective dan long term plan yang jelas.

0 comments:

Post a Comment